Hadirkan Yudi Latif, Unhi Gelar Sosialisasi Kebangsaan
28 Mei

Hadirkan Yudi Latif, Unhi Gelar Sosialisasi Kebangsaan

i

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Sosialisasi Kebangsaan dengan tema “Peningkatan Wawasan Kebangsaan untuk Memperkuat NKRI Bagi Generasi Muda” di Aula Widya Sabha Unhi Denpasar, Senin (28/5) lalu. Salam Pancasila, Merdeka, lantunan lagu kebangsaan Garuda Pancasila dan Dari Sabang Sampai Merauke menggema pada acara yang dihadiri lebih dari 1.500 peserta yang terdiri atas siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa berbagai kampus, penyuluh agama, hingga para guru dan dosen ini. Terlebih, acara ini meghadirkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif, Ph.D., bersama Anggota Dewan Pengarah BPIP Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.
Anggota Dewan Pengarah BPIP, Wisnu Bawa Tenaya, mengapresiasi semangat dan antusias peserta siswa hingga mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Pada kesempatan tersebut Ketua Umum PHDI Pusat ini pun berpesan kepada generasi muda agar mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian.
Nyanyikan terus lagu-lagu kebangsaan di rumah, di banjar, agar selalu ingat sebagai generasi muda Indonesia agar negara kita semakin maju. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,”pesannya.
Kepala BPIP, Yudi Latif, mengatakan Pancasila perlu selalu didengungkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sebab, hanya dengan Pancasila, bangsa dan negara Indonesia bisa meraih kemajuan. Apalagi, Bangsa Indonesia dianugerahi dengan keragaman suku, ras, agama, budaya, adat, dan tradisi. Sehingga, diperlukan kerjasama dengan mengesampingkan perbedaan untuk menggapai tujuan bersama. Kerjasama atau gotong royong itulah sebagai esensi dari ideologi Pancasila.
Lebih jauh ia menjelaskan, Bung karno mengibaratkan keragaman atau kemajemukan Indonesia itu sebagai pecahan-pecahan dalam matematika. Pecahan-pecahan tersebut sampai kapanpun tidak bisa dijumlahkan kecuali bilangan penyebutnya disamakan. Penyebut bersama dalam keragaman Indonesia itulah yang terkristalisasi ke dalam Pancasila.
Yudi Latif mengatakan, Pancasila merupakan titik temu, titik pijak, dan titik tuju bangsa Indonesia. “Sebagai titik temu, Pancasila memungkinkan segala perbedaan bertemu. Sebagai titik pijak, Pancasila menjadi pijakan atau landasan hukum negara. Sebagai titik tuju, Pancasila menjadi orientasi kemana kemajemukan ini diarahkan,”jelas Yudi Latief.
Sementara itu, Rektor Unhi, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Prof Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A., mengatakan perguruan tinggi mempunyai peran serta tangung jawab penting dan strategis untuk mempertahankan NKRI. Oleh karena itu, Unhi Denpasar melaksanakan sosialisasi kebangsaan kepada generasi muda sebagai salah satu peran aktif Unhi dalam menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada generasi muda pelajar.
Melalui kegiatan ini Unhi Denpasar mengukuhkan komitmen sebagai kampus yang menjunjung tinggi Pancasila dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan serta menolak radikalisme. “Kami menjamin civitas akademika Unhi tidak memiliki paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Tidak ada alasan bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia memiliki ideologi bertentangan dengan Pancasila,”tegas Prof. Damriyasa. Hum