Pengurus Resimen Mahasiswa Periode 2016/2017

dscf1812

LAMBANG SATUAN D-903/PASUNG GRIGIS

UNIVERSITAS HINDU INDONESIA DENPASAR

  menwaBentuk dan Wujud

  1. Berbentuk seperti tameng berwarna merah bergaris pinggir berwarna hitam.
  2. Di tengah – tengah terdapat seuntai padi berwarna kuning, daun kapas berwarna hijau, lambang UNHI, sebuah keris berluk 7 (tujuh) berwarna hitam, simbol senjata bersilang bulu kalam berwarna hitam berlandaskan buku terbuka berwarna putih.
  3. Pita yang melandasi warna kuning dengan tulisan di tengahnya “ PASUNG GRIGIS ”

 Arti dan Maksud

  1. Warna
  2. Merah berarti keberanian
  3. Kuning berati kesejahteraan anggota
  4. Hijau berarti generasi muda
  5. Hitam berarti keteguhan hati
  6. Putih berarti kesucian hati
  7. Tameng berarti pertahanan
  8. Padi dan kapas berarti kesejahteraan dalam lingkup Departemen Dalam Negeri.
  9. Lambang UNHI berarti berpedoman kepada Universitas
  10. Keris berarti ketajaman berpikir dalam menuntut ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan

SEJARAH SINGKAT PERJALANAN RESIMEN MAHASISWA UGRAҪENA BALI

Majelis Mahasiswa Indonesia  Komisariat Bali sekitar tahun 1963 sepakat membentuk Resimen Mahasiswa ditunjuk sebagai komandannya  pada saat itu mahasiswa yaitu Wayan Bawa dari Fakultas Sastra Universitas Udayana, adapun nama yang dipakai untuk Resimen Mahasiswa Bali yaitu Ugracena kemudian dipopulerkan dengan Akronim Mahasena. Nama itu mempunyai arti prajurit yang gagah, berasal dari penggalan “Ugra” yang artinya gagah dan ”Cena” yang artinya prajurit. Dengan kekuatan personil yang terdapat di Universitas Udayana, Universitas Marhen (Universitas Mahendradata) dan Akademi Koperasi (Akop), diperkirakan berjumlah 500 orang, semua dibagi dalam Batalion berdasarkan Universitas Negeri (Universitas Udayana) dan Universitas Swasta (Universitas Warmadewa dan Akademi Koperasi).

Rumah Bapak Wayan Bawa di jalan Jendral Sudirman depan kampus pusat UNUD sebagai markas komando. Tahun 1966-1974 Muncul satuan Wajib Latih Mahasiswa (Sat Walawa). Mayor drh. Julham sebagai komandan, Markas Komando bertempat dijalan Yos Sudarso di sebelah Hotel Queen. Pada tahun itu rekrutment berdasarkan wajib bagi mahasiswa baru dan mahasiswa lama.

Masa bakti berikutnya tahun 1974-1978 organisasi mengalami masa yang kurang berkembang, tiada aktivitas yang menunjukkan eksistensi, dapat dikatakan pula organisasi berjalan biasa saja pada masa ini.

Tahun 1976 tiga mahasiswa fakultas hukum Universitas Udayana dikirim untuk mengikuti Kursus Kader Kepemimpinan (suskapin). Adanya pemberangkatan anggota mengikuti kursus ini diharapkan mampu memberikan angin segar pada aktivitas keorganisasian Sat Walawa Mahasena..

Proses yang cukup dilalui guna membangkitkan Sat Walawa Mahasena hingga pada tahun 1978 dengan mengutus 3 orang dari Bali yaitu Wayan Beni,SH., Ibrahim R. Dan IGA Ekawati dari rakernas menwa V di jakarta, membawakan semangat baru bagi perkembangan Resimen Mahasiswa di Bali. Tepat pada 17 Juni 1978 di Lapangan Puputan Badung, Seokarman sebagai Gubernur Bali melantik 3 pejabat teras organisasi Resimen Mahasiswa dan kembali mengusung Ugracena sebagai nama. Dialntik saat itu, komandan Menwa (danmenwa) letkol CHB Reno Engel, wakil komandan Menwa (wadanmenwa) Wayan Beni SH, dan kepala staf menwa (kasmenwa) Ibrahim R.

Sejak itu  proses kaderisasi berjalan lancar hingga pada tahun 1989 saja telah diterima sebagai anggota sebanyak delapan angkatan melalui latihan dasar kemiliteran yang diselenggarakan di Kubujati (angkatan I,II dan IV) serta di Rindam IX/Udayana Kediri (angkatan III,V,VI,VII, dan VIII).

Selama itu telah dididik 982 Mahasiswa yang berasal dari 18 perguruan tinggi dan swasta di Bali yakni : Universitas Udayana, STSI ( sekarang ISI ), IHD (sekarang UNHI), Universitas Ngurah Rai, Universitas Mahasaraswati, Universitas Mahendradata, Undiknas, Universitas Dwijendra, Universitas Tabanan, IKIP Saraswati Tabanan, STI Kertawisata, STIKIP AH Singaraja, IKIP PGRI Bali, dan Akademi Akutansi.

Setelah titik balik jaman reformasi tahun 2007 Resimen Mahasiswa Ugracena Bali mengalami masa yang kembali sulit, bahkan pada tahun 1999 markas komando yang berada di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya dalam kompleks Makorem 163/WSa terbakar. Segala fasilitas dan perlengkapan yang ada di dalamnya pun ikut hangus. Namun seiring berjalannya waktu hal Resimen Mahasiswa Ugracena Bali kembali berbenah.

Pada tahun 2013 Resimen Mahasiswa Ugracena berhasil merekrut 120 orang camenwa yang ikut pendidikan selama 14 hari di Rindam IX/Udayana. Upacara pembukaan yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2013 bertepat di Aula Rindam IX/Udayana dan dibuka oleh Wakil Gubernur Bali Drs. I Ketut Sudikerta. Beliau juga merupakan alumni Resimen Mahasiswa Ugracena Bali yang sekarang menjabat pula sebagai Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) Provinsi Bali.

 

VISI DAN MISI

KOMANDO RESIMEN MAHASISWA UGRAҪENA BALI

SATUAN D-903/ PASUNG GRIGIS

UNIVERSITAS HINDU INDONESIA DENPASAR

 

  • Slogan Resimen Mahasiswa

       “WIDYA ҪASTRENA DHARMA SIDDHA” merupakan Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan.

  • Resimen Mahasiswa memiliki Visi dan Misi yang tertuang dalam

      “PANCA DHARMA SATYA RESIMEN MAHASISWA INDONESIA”

  1. Kami adalah Mahasiswa warga negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  2. Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak kenal menyerah.
  3. Kami putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.
  4. Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan garba ilmiah dan sadar akan hari depan bangsa dan negara.
  5. Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
  • Visi Resimen Mahasiswa

Menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa yang handal dan professional dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan khususnya dalam bidang Pertahanan dan Keamanan yang berdasarkan pada Pancasila, UUD 1945, Panca Dharma Satya, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  • Misi Resimen Mahasiswa
  • Menghasilkan SDM yang unggul dalam bidang HanKam, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak tinggi, dan berbudaya Indonesia.
  • Mempersiapkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik dan mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan Pendidikan Nasional.
  • Merencanakan, mempersiapkan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa untuk memantapkan ketahanan nasional, dengan melaksanakan usaha dan atau kegiatan bela negara.
  • Menjalin dan membina hubungan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak demi tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa.

 

STRUKTUR ORGANISASI

KOMANDO RESIMEN MAHASISWA UGRAÇENA BALI

SATUAN D-903/ PASUNG GRIGIS

UNIVERSITAS HINDU INDONESIA DENPASAR

PENGERTIAN GARIS

Garis perintah

Garis perintah adalah menunjukkan hubungan kerja dengan pola perintah atau intruksi yang disampaikan dari pimpinan kepada bawahan dalam rangka pelaksanaan tugas dan wewenang sesuai mekanisme yang berlaku. Adapun penggunaan garis perintah adalah sebagai berikut:

  1. Garis perintah terdapat pada struktur organisasi dimana terdapat tingkatan atau susunan yang didalamnya terdapat hubungan pimpinan dengan bawahan.
  2. Garis perintah juga menunjukkan mekanisme pertanggungjawaban dari bawahan kepada pimpinan.
  3. Garis perintah ditandai dengan suatu garis lurus yang utuh dengan pimpinan dan bawahan sebagai titik pangkal.

 Garis koordinasi

Garis koordinasi adalah garis kerja yang diterjemahkan sebagai hubungan kerjasama atau koordinasi antar beberapa badan yang posisinya sama atau sejajar. Hubungan koordinasi dapat dilakukan antar lembaga atau badan atau pengurus dalam suatu struktur maupun antar struktur organisasi pada tingkatan yang sifatnya otonom. Adapun penggunaan garis koordinasi adalah :

  1. Garis koordinasi terdapat pada tingkatan organisasi yang didalamnya terdapat hubungan antar fungsionaris yang kedudukannya sejajar atau antar tingkatan organisasi yang bersifat otonom, dimana hubungan antara atasan dan bawahan yang bersifat intruksi hanya berkaitan dengan program kerja.
  2. Dalam garis koordinasi tidak terdapat mekanisme atau hubungan pertanggtungjawaban, yang ada hanyalah mekanisme komunikasi dua arah.
  3. Garis koordinasi ditandai dengan garis putus-putus yang dapat menghubungakan antara fungsionaris dalam satu tingkatan atau antar tingkatan organisasi.

BAGAN KOMANDO RESIMEN MAHASISWA UGRAÇENA BALI SATUAN D-903/ PASUNG GRIGIS UNHI DENPASAR

Adapun susunan tingkatan organisasi Komando Resimen Mahasiswa Ugraçena Satuan D-903/ Pasung Grigis UNHI Denpasar dari tingkat teratas sampai dengan tingkat terbawah. Didalamnya juga dijelaskan gambaran umum berdasarkan bagan yang terbentuk. Dalam Komando Resimen Mahasiswa Ugraçena Bali Satuan D-903/ Pasung Grigis UNHI Denpasar terdapat struktur organisasi sebagaimana yang tergambar dalam bagan organisasi, serta alur intruksi dan koordinasi sebagaimana yang tergambarkan dalam garis perintah dan garis koordinasi. Hal ini diperlukan dengan maksud agar mekanisme kerja dan alur pertanggungjawaban organisasi dapat berjalan dengan lancar. Bagan struktur, alur intruksi dan koordinasi digambarkan melalui gambar bagan organisasi.

KONTAK :

  • Dayu Sri : 085738040768