Pembukaan Mahasisya Upanayana 2018
13 Agustus

Pembukaan Mahasisya Upanayana 2018

SEBANYAK 720 orang mahasiswa_baru program Sarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar mengikuti Upacara Pembukaan Mahasisjya Upanayana Tahun Akademik 2018/2019 dilapangan Kampus Unhi Denpasar, Senin (13/8) kemarin. Kegiatan Mahasisya Upanayana ini akan berlangsung selama lima hari dan ditutup secara resmi pada 17 Agustus mendatang dengan melaksanakan penyerahan secara simbolis mahasiswa baru dari Rektor Unhi Proi Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. kepada masing-masing dekan fakultas di lingkungan Unhi Denpasar.  Sebelumnya juga telah dilakukan upacara Pawintenan Saraswati dalam rangkaian upacara Maimswyar Upanayana.

Ketua Panitia Mahasisya Upanayana 2018/2019 I Ketut Mona Arsika, S.Ag., M.Si. menjelaskan, kegiatan upacara Mahasisya Upanayana merupakan kegitan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019. Selama kegiatan ini berlangsung akan diisi ceramah-ceramah dari berbagai narasumber. Di antaranya dari Kepala Lembaga Layanan Dikti (L2Dikti) Wilayah VIII Bali-Nusra, Polda Bali tentang bela negara, BNNP Bali tentang bahaya narkoba, dan juga dari BPJS Kesehatan.

Di samping itu, kegiatan-ini juga diisi dengan materi-materi pengenalan kampus dari pimpinan Unhi, pimpinan fakultas, UKM, maupun dari BEM. “Kegiatan Mahasisya Upanayana juga akan mengadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat, yaitu dengan melaksanakan kegiatan ngaturang ayah, atau mareresik di Pura Kahyangan Tiga dan juga Setra Desa Adat Tambawu tanggal 15 Agustus nanti.  Pada Minggu, 9 September nanti rencananya kami juga akan melaksanakan kegiatan Tirtayatra ke Pura Kancing Gumi, Desa Sulangi, Kecamatan Petang, Badimg,” tandas Mona Arsika,

Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr.drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, Unhi Denpasar mempunyai visi menjadi universitas unggulan di Indonesia. Hal ini akan dicapai dengan mengacu pada beberapa indikator dan target-terget rencana strategis Unhi Denpasar. Salah satunya adalah dengan meningkatkan nilai akiteditasi institusi dan program studi. Disamping juga mengacu pada kualitas dan kuantitas riset yang dilakukan, serta output dan outcome lulusan yang dihasilkan Unhi Denpasar. “Semua ini penting dilakukan sebagai acuan penilaian terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas institusi Unhi Denpasar ke depannya,” ujar Prof Damriyasa. I

Di era perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat saat ini, dikatakan, segala informasi tentang perkembangan yang ada di Unhi Denpasar sudah bisa diakses oleh masyarakat umum. Apalagi, selain mempunyai visi menjadi universitas unggulan di Indonesia, Unhi Denpasar juga mempunya visi ingin menjadi pusat pengembangan dan pengkajian budaya-budaya Hindu di tingkat regional. “Di samping juga ingin menjadi universitas unggulan di Indonesia juga tidak melupakan nilai-nilai dan konsep-konsep budaya Hindu yang kita kembangkan’ di Universitas Hindu Indonesia,” pungkasnya.13