PWK FT Unhi Gelar Seminar Nasional SPACE #3
5 Juli

PWK FT Unhi Gelar Seminar Nasional SPACE #3

PROGRAM Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik, Universitas Hindu Indonesia (FT Unhi) menggelar seminar nasional SPACE #3, Rabu (5/7) di aula Gedung Rektorat Unhi. Seminar SPACE #3 kali ini dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum 24 tahun FT Unhi. Seminar yang ketiga kalinya ini menghadirkan pembicara utama guru besar Departemen Arsitektur dan Perencanaan UGM, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D. dengan membawakan materi “Membingkai Multikultur dalam Kearifan Lokal Melalui Perencanaan Wilayah dan Kota” dan guru besar Fakultas Ilmu Budaya Unud Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. dengan materi “Inspirasi Teoritik dan Emperik: Integrasi Kebudayaan Lokal dalam Perencanaan Wilayah Menuju Kota Kreatif di Era Global”, dimoderatori dosen FT Unhi Ir. I Gusti Putu

Anindya Putra, MSP. Di samping itu ada 33 paper dipresentasikan sebagai pemakalah pendamping yang berasal dari 21 program studi institusi perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua panitia seminar, I Komang Gede Santhyasa, S.T.,M.T. mengatakan, secara umum, seminar ini mengambil tema utama “Membingkai Multikultur dalam Kearifan Lokal Melalui Perencanaan Wilayah dan Kota”. Tema utama ini juga dijabarkan dalam tema pendukung atau khusus yang mengeksplorasi kembali dinamika keberagaman budaya, khususnya bagaimana perencanaan wilayah dan kota dilakukan dengan pemahaman yang holistik akan dialektika kearifan lokal dalam mewujudkan identitas kewilayahan dan perkotaan menjadi sarat dan kondisi masa depan yang sejahtera dan berkelanjutan.

Dengan model seminar call for paper, kegiatan seminar nasional, SPACE selalu bersifat multi-disiplin. Spirit SPACE (Sustainable–Planning– Culture) diharapkan menjadi ruang dialog dan diskusi antara ilmu perencanaan dengan ilmu-ilmu lain.

 

Kegiatan seminar nasional ini dilaksanakan secara berkelanjutan setiap dua tahun sekali sebagai forum pertemuan ilmiah para akademisi, peneliti, praktisi, dan masyarakat luas di Indonesia dalam mengembangkan keilmuan perencanaan wilayah dan kota.

 

Dekan Fakultas Teknik Unhi, Dr. I Wayan Muka, ST., M.T. menyampaikan, tema seminar tersebut sejalan dengan visi dan misi Fakultas Teknik  Unhi yang berbasiskan pada budaya lokal. Dalam upaya memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang perencanaan wilayah dan kota, maka kajian-kajian nilai, spirit pengelolaan yang berkearifan lokal menjadi sangat relevan untuk digali dan dikembangkan di tengah-tengah isu multikultur saat ini.

 

Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, M.A. saat membuka seminar ini menyampaikan, secara emperik telah menunjukkan tidak ada kota yang hanya dibangun dan dihuni oleh single etnik, agama ataupun budaya. Kota-kota yang ada ternyata telah dibangun berdasarkan perjuangan keragaman (etnik, agama, budaya, ras, keahlian, dan pekerjaan). Inilah yang mendasari multikulturalisme sebagai epistemologi dapat digunakan secara luas dalam urban and regional planning dan spasial.

 

Tentunya disadari, tantangan multikultur dan kearifan lokal perlu diantisipasi antara lain potensi konflik, perlindungan dari unsur eksternal, kapitalisme liberal, universalisme dan kosmopolisme. Di sanalah peranan model integrasi interkultur “melting pot” bisa dipakai sebagai model perencanaan tata ruang untuk penguatan kehidupan multikultur di Indonesia. Sebab, model ini memiliki kapasitas memberikan ruang bagi keunikan atau keragaman kondisi atau fenomena multikultur yang ada di Indonesia.

 

Melalui seminar ini diharapkan ada ide-ide, gagasan baru didalam memperkuat multikultur dan terutama di dalam urban and regional planning, sehingga ada keberlanjutan di dalam mengembangkan dan mempertahankan jati diri dan kearifan lokal yang telah kita miliki. Seminar ini dihadiri kalangan pemda se-Bali, lembaga asosiasi dan mahasiswa beserta dosen Unhi.

 

Galery:

IMG_2471 IMG_2472 IMG_2475 IMG_2481 IMG_2499 IMG_2450 IMG_2451 IMG_2457 IMG_2458 IMG_2463 IMG_2467 IMG_2469 IMG_2470