Ujian Terbuka Promosi Doktor Drs. I Made Wiguna Yasa, M.Pd
13 September

Ujian Terbuka Promosi Doktor Drs. I Made Wiguna Yasa, M.Pd

PROGRAM Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan doktor. Doktor kali ini adalah Drs. I Made Wiguna Yasa, M.Pd. Pada ujian promosi doktor. Rabu (13/9) dosen IHDN Denpasar tersebut mempertahankan disertasi berjudul “Hubungan Supervisi Pengajaran Agama Hindu. Motivasi Berprestasi, Kualifikasi Akademik, Kompetensi Guru dengan Kinerja Guru Agama Hindu yang Bersertifikat Pendidik di SMA dan SMK Se-Kabupaten Tabanan”. Lulus dengan predikat sangat   memuaskan. Ia ter catat sebagai doktor ke-41, Iulusan Pascasarjana Unhi.

Sidang senat terbatas dengan agenda promosi doktor itu dipimpin Dr. IB Dharmika, MA (Rektor Unhi) didampingi Sekretaris Dr. IPutu Gelgel (Direktur Program Pascasarjana)_Selaku promotor Prof Dr. IPutu Gelgel dan Kopromotor Dr. Wayan Paramartha, S.H., M,Pd. Pengujinya Prof. Wayan Suka Yasa, Prof. Dr. Wayan Maba, Prof Dr. Ketut Suda, Dr. Wayan Budi Utama, Dr. Ni Putu Suwardani, Dr. I Wayan Suija dan Dr. Gusti Ayu Wimba.

Promotor Prof. Gelgel menyampaikan, guru saat ini harus mampu mengantarkan anak didik menjadi manusia cerdas secara intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual. Guru juga harus mampu membangkitkan rasa empati, humanis dan menghargai kebinekaan. Oleh karena itu seorang guru yang sudah tersertifikasi harus benar-benar profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.

Hal yang sama dikatakan kopromotor Dr. Wayan Paramartha. Menurutnya, penelitian yang dilakukan I Made Wiguna Yasa memberikan justifikasi ilmiah supervisi pengajaran agama Hindu, motivasi berprestasi guru agama Hindu, kualifikasi akademik guru agama Hindu, kompetensi guru agama Hindu. memiliki huhungan yang dengan kinerja guru agama Hindu yang bersertifikat pendidik  di SMA dan SMK se-Kabupaten Tabanan. Penelitian ini memberikan temuan bahwa upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja guru agama Hindu, dapat dilakukan dengan meningkatkan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran dan kualitas kerja.

Perencanaan pembelajaran terkait dengan penyusunan rencana pernbelajaran. Tujuan pembelajaran. menyusun bahan pembelajaran, merencanakan kegiatan pembelajaran dan menentukan sumber atau media pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran berkait dengan keterampilan memulai pembelajaran, penguasaan materi, atau bahan pembelajaran. pendekatan atau strategi pembelajaran, pemanfaatan sumber atau media belajar pembelajaran melibatkan aktivitas siswa, mengembangkan potensi siswa, komunikasi bahan ajar, dan keterampilan mengkhiri pembelajaran. Penilaian pembelajaran terkait dengan merancang alat penilaian, dan komponen kualitas kerja rnemahami kebijakan dan tujuan, kualitas kerja,  kerja, kreativitas kerja, kerjasama, keterampilan dan ketepatan waktu kerja memahami sumber daya. Dengan demjkian kinerja guru agama Hindu dibangun atau dikonstruksi oleh keempat komponen tersebut.

Promovendus I Made Wiguna Yasa mengungkapkan, ada hubungan Iangsung supervisi pengajaran guru dengan kompetensi guru agama Hindu SMA dan SMP (se-Kabupaten Tabanan. Artinya, semakin sering supervisi pengajaran guru maka semakin meningkat kompetensi guru. Ia menyarankan agar pengawas sekolah dan kepala sekolah tetap menerapkan pola, tipe dan gaya kepengawasan yang sesuai dengan karakteristik bawahan Kasek sebagai atasan sekaIigus supervisor. motivator, fasilitator serta memberikan pembinaan dan motivasi secara intensif dan berkesinambungan kepada guru agama Hindu agar tetap meningkatkan kinerjanya.