UNHI dan LPD se-Bali Gelar Sarasehan Penguatan LPD
23 Maret

UNHI dan LPD se-Bali Gelar Sarasehan Penguatan LPD

Sederet tantangan, seperti pengelolaan lembaga keuangan, kualitas SDM maupun penggunaan teknologi informasi (TI) yang menunggu Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali. Akhir tahun 2017, tercatat jumlah LPD di Pulau Dewata mencapai 1.433 unit dengan total aset mencapai Rp 18,47 triliun dan mampu memperoleh laba hingga Rp 564 miliar.

“Dengan demikian, LPD mampu menyerahkan dana kepada desa adat yang mencapai Rp 141 miliar,” ungkap ekonom Prof Dr I Wayan Ramantha SE MM AK CPA dalam acara Sarasehan Nasional LPD Se-Bali yang diselenggarakan BKS LPD bekerjasama dengan UNHI Denpasar, Jumat (23/3), lalu.

Ramantha mengatakan, kunci sukses dari LPD adalah jika LPD dikelola dengan baik. Dengan begitu dia berharap kedepannya LPD kian terus melakukan perbaikan terlabih lagi menghadapi tantangan zaman pada era revolusi industri 4.0.

Dikatakan, pengelolaan jumlah dana yang diberikan LPD kepada desa adat seperti dana pembangunan sebesar 20 persen dari laba, dan dana sosial 5 persen dari laba. “Pembangunan ini bukan saja pembangunan fisik, melainkan non fisik, yang tentunya bertujuan untuk mengajegkan Bali ke depan,” katanya.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs I Nyoman Cendikiawan SH MSi mengakui keberadaan LPD sangat didukung oleh masyarakat, terbukti dengan aset LPD se-Bali hingga akhir tahun 2017 telah mencapai Rp 18,4 triliun. “Potret tahun 2050, yang kita inginkan dengan kekuatan LPD, bukan Bali dengan pembangunan fisik yang tinggi, tetapi Bali masih asri, santi, dan jagadhita. Membangun Bali agar ajeg kita membangun Bali dengan penguatan ekonomi yang kreatif, didukukng SDM yang berkarakter Hindu. Kita ubah tantangan jadi peluang,” katanya.

Sementara Rektor Unhi, Prof Dr drh I Made Damriyasa, mengatakan, sarasehan Nasional LPD se-Bali, kerjasama BKS-LPD Bali dengan Universitas Hindu Indonesia (Unhi), bertujuan untuk menguatkan tata kelola keuangan LPD yang profesional. Unhi sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam hal menyiapkan SDM tersebut. Lembaga pendidikan Hindu ini memiliki peran dalam menerapkan konsep-kosep ekonomi serta ajaran budaya Hindu di Bali dalam aktivitas LPD ke depan.

Damri mengatakan, Unhi akan membangun kembali desain kurikulum, khususnya dalam fakultas ekonomi dengan konsep ekonomi kerakayatan yang dimiliki LPD selama ini. “Keberadaan Unhi berbasiskan agama dan budaya. Dan saat ini bagaimana kita akan menuangkan konsep Hindu dalam ekonomi tersebut, untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga keuangan milik masyarakat Hindu ini,” tandasnya. TIM

 

IMG_0144 IMG_0143 IMG_0137 IMG_0135 IMG_0130 IMG_0126 IMG_0116 IMG_0103 IMG_0084 IMG_0069 IMG_0060 IMG_0059 IMG_0053 IMG_0046 IMG_0033 IMG_0024 IMG_0022 IMG_0016 IMG_0008 IMG_0002 IMG_0171 IMG_0157 IMG_0155 IMG_0150