background

BERITA

BNI melakukan serah terima Smartcafe kepada Rektor Unhi


Image

Fasilitas kekinian di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar semakin lengkap dengan adanya Smart Cafe yang terletak di sisi barat kampus. Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama Unhi Denpasar dengan PT Bank Negara Indonesia (BND. Selain itu, BNI juga membuka pintu seluas-luasnya bagi lulusan Unhi Denpasar yang ingin berkarier di BNI. Menariknya, alumnus Unhi Denpasar yang diterima dari hasil rekrutmen akan dikontrak selama dua tahun. Jika tidak diperpanjang, maka BNI memberikan pesangon untuk bekal berwirausaha. Demikian diungkapkan Rektor Unhi Denpasar Prof. Damriyasa saat ditemui di Kampus Unhi, Jalan Sanggalangit, Tembawu, Denpasar Timur.

Rektor yang menempuh pendidikan lanjutan di Jerman ini menjelaskan, di bawah kepemimpinannya Unhi menggencarkan program Triple Helix, yakni memperkuat kerja sama antara institusi pendidikan dengan pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri (dudi). Kerja sama antar universitas sudah dilakukan dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri hingga ke luar negeri. Kerja sama dengan pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota juga sudah berjalan dengan baik. Salah satu contoh pada Program Studi (Prodi) Hiikum Adat. Di mana, Unhi Denpasar menjadikan desa adat di Bali sebagai laboratorium untuk pengembangan prodi tersebut. Demikian pula dengan dudi. “Kalau kerja sama dengan dunia usaha dan industri, kami sudah punya inkubator bisnis sebagai jembatan,” ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, kata dia, Unhi adalah perguruan tinggi yang paling siap melaksanakan program #KampusMerdeka sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Pihaknya memberi kebebasan mahasiswa untuk memilih mata kuliah di luar prodinya, baik di dalam maupun di perguruan tinggi lain maksimal tiga semester. Sedangkan mata kuliah Wajib sesuai prodi hanya lima semester. “Ini artinya perguruan tinggi dituntut menjaljn kerja sama seluas-luasnya,” ujarnya.

Damriyasa menambahkan, Unhi Denpasar juga melengkapi peserta didiknya yang telah dinyatakan lulus dengan program Intensive Development on Entrepreneurship Program (IDEP). Ia mengklaim, program ini mampu membantu mempermudah penyerapan alumnus ke dunia usaha dan industri. Bahkan, dalam menyikapi Iesunya industri pariwisata akibat merebaknya wabah virus Corona, ia mengaku telah merancang strategi. Rencananya, Unhi Denpasar akan membuka program non degree yang menunjang pariwisata, misalnya teknologi pertanian. “Virus Corona memberi kita pelajaran bahwa sektor pariwisata sangat rentan. Sehingga kita tidak boleh bergantung dari satu sektor, harus mengarah ke kompetensi lain yang mandiri, tapi bisa juga untuk mendukung pariwisata,” bebernya.

Unhi Denpasar sebagai kampus milik umat Hindu, turut prihatin terhadap pekerja pariwisata yang dirumahkan oleh pihak hotel dan restoran. Oleh karena itu, potensi sumber daya manusia inilah yang bakal disasar untuk diberi keterampilan lain pada program non degree, mengingat masih banyak potensi yang bisa digali.