background

BERITA

Bedah Buku " Dinamika Hindu Indonesia"


Image

Tim Peneliti UNHI Hasilkan Buku "Dinamika Hindu Indonesia"

 

SERANGKAIAN Dies Natalis ke-56, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Bedah Buku di Gedung Indraprastha Kampus Unhi Denpasar, Rabu (25/9). Dua buah buku dibedah oleh sejumlah narasumber. Diantaranya, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum dan Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., membedah buku berjudul "Dinamika Hindu di Indonesia" karya Prof. Dr. Fhil. I Ketut Ardhana, MA., dan Ni Made Frischa Aswarini, yang dimoderatori oleh I Gusti Agung Paramita. Sedangkan buku berjudul "Bali dan Multikulturalisme" dibedah oleh Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA.,M.Fhil.,P.hD., Dr. Bambang Dhawiyanto Putro, S.S.,M.Hum., dan Drs. Imanuel Dewata Oja.

 

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., mengatakan Dies Natalis ke-56 Unhi Denpasar Tahun 2019 mengusung tema melindungi dan melestarikan budaya Bali melalui perlindungan kekayaan intelektual. Tema ini sesuai dengan visi Unhi Denpasar, yaitu mengembangkan budaya Hindu ke tingkat regional. Oleh karena itu, Unhi Denpasar sebagai perguruan tinggi berlandaskan agama dan kebudayaan memiliki tanggungjawab moral dalam pelestarian seni, budaya dan utamanya kekayaan intelektual Bali yang selama ini terlupakan. Padahal, budaya lahir dari kekayaan intelektual yang merupakan hasil pemikiran dari para leluhur. Sehingga, sangat perlu untuk dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan.

 

Salah satu bentuk riil yang dilakukan Unhi Denpasar adalah kegiatan bedah buku yang berkaitan dengan Hindu dan Budaya Bali. Dikatakan, Bali merupakan simbol multikulturalisme. Sebab, di Bali terjadi interaksi dari berbagai lintas agama dan budaya dunia. Oleh karena itu, setelah di mbedah oleh para narasumber, pihaknya akan memgembangkan perpustakaan pengetahuan tradisional Bali berbasis digital, seperti perpustakaan digital yang dikembangkan di California. Sehingga, buku tersebut bisa dibaca dan dipahami oleh masyarakat dunia, tanpa harus datang ke Bali. "Pengembangan perpustakan digital ini akan menjadi daya tarik Bali juga, banyak ilmuan-ilmuan atau publik masuk ke digital library ini mereka akan lebih tertarik lagi untuk mengetahui Bali secara langsung,"ujar Prof. Damriyasa, Rabu (25/9) kemarin.

 

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi yang juga editor buku "Dinamika Hindu di Indonesia", Prof. Dr. Fhil. I Ketut Ardhana, MA., menjelaskan buku "Dinamika Hindu di Indonesia" merupakan buku monumental untuk menyatukan satu konsep tentang Hindu di Indonesia yann lebih modern. Sebab, selama ini Indonesia belum memiliki satu kesatuan konsep tentang Hindu di Indonesia. Padahal, berbicara dinamika Hindu di Bali tidak sama dengan dinamika Hindu yang ada di luar Bali. Oleh karena itu, buku "Dinamika Hindu di Indonesia" ini diharapkan mampu menjadi titik awal perkembangan hinduisme modern di Indonesia sesuai yang dicanangkan badan utusan khusus presiden yang menghendaki adanya dialog antar agama dan kepercayaan.

 

Bahkan, lanjut Prof. Ardhana bahwa Unhi Denpasar telah melakukan penelitian dan survei tentang keterimaan masyarakat apabila dilakukan sebuah ritual di sebuah tempat yang dapat digunakan oleh penganut antar agama dan kepercayaan. Apalagi, Penglingsir Puri Kesiman telah menyediakan lahan untuk kegiatan ritual tersebut. "Pada acara bedah buku ini kami mengundang juga berbagai tokoh agama, bahkan dalam penyusunan dan pembahasan buku ini juga melibatkan dari berbagai agama dan etnis, karena kita ingin mencari kesamaan penyelesaian studi agar bisa nyambung. Sehingga, Unhi bisa menjadi pelopor dalam penyelesaian permaslahan Hindu di Indonesia, baik terkait pura, puri, purohita dan purana bisa muncul dari Unhi,"pungkasnya. HM