background

BERITA

Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya Pengabdian di Besakih


Image

CIVITAS akademika Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya Universitas Hindu Indonesia terus berupaya mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Kali ini, Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya UNHI melaksanakan pengabdian masyarakat di Besakih berkaitan dengan karya Panca Wali Krama yang puncaknya dilaksanakan pada purnama Kedasa, serangkaian kegiatan telah dilakukan mulai dari upacara Nuwasen Karya.

Ikut serta dalam kegiatan tersebut yakni dosen dan mahasiswa. Baik dosen maupun mahasiswa kompak ngaturang ayah-ayahan membantu panitia dalam menyiapkan perlengkapan upacara yadnya.

Khusus untuk laki-laki menyiapkan sarana upacara berupa tedung yang dipasang pada patung/arca sepanjang Pemedakan Kori Agung di bawah Balai Ongkara dengan jumlah tedung yang cukup banyak, selain memasang tedung pengayah lanang  juga diberi tugas merapikan gong dibawah komanda Jero Bendesa Besakih, sedangkan untuk pengayah istri/perempuan membantu membuat sarana upakara di Balai Suci yang dikomandani oleh Ida Pedanda Istri Kanya.  

Dekan Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya Unhi Drs. I Putu Sarjana, M.Si menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat di Besakih berkaitan dengan nyangra karya Panca Wali Krama. Baik dosen maupun mahasiswa ikut ngayah membantu panitia dalam menyiapkan sarana dan prasarana pelaksanaan upacara. Kegiatan pengabdian ini, lanjut Sarjana, adalah kewajiban seorang akademisi yang membidangi agama dan kebudayaan. Tidak hanya bentuk pengabdian, kegiatan ngayah di Besakih juga bentuk edukasi kepada mahasiswa berkaitan dengan upacara Panca Wali Krama di Besakih.

“Ini rutin kita lakukan, Unhi adalah lembaga pendidikan yang spiritnya adalah agama dan kebudayaan. Melalui kegiatan ini, kami berupaya mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan tinggi,’ paparnya.

Kegiatan pengabdian dilakukan sampai dengan jam 12.00 Wita. Setelah mepamit dari Pura Besakih dilangsungkan menuju Pura Pajinengan Gunung Tap sai yang berada di Desa Puragae, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Kegiatan yang dilaksankan di Pura Pajinengan Tap Sai  berupa pangelukatan dan Persembahyangan.   

Pura Pajinengan Gunung Tap Sai (asal kata dari Pajinengan dan  Tap Sai diperkirakan berasal dari  jineng  da Tapa Sai)  di Pura tersebut ada pelinggih berupa Jineng, sedangkan Tap Sai diperkirakan berasal dari kata sai-sai metapa. Pura yang terkenalnya kebelakangan menjadi pura Tap Sai  adalah berada dikawasan sisi barat lau Gunung Agung. Pura ini diyakinan sebagai tempat pemujaan kepada Bhatara Rambut Sadana/tri Upa Sadana yaitu pemujaan pada Dewi  Saraswati, Dewi Rambut Sadana, dan Dewi Laksmi. W-009