background

BERITA

Fakultas Kesehatan UNHI Buka Pengobatan Gratis


Image

FAKULTAS Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis, pada Minggu (7/10). Kegiatan yang bekerjasama dengan sanggar Celekontong Mas ini diselenggarakan di Banjar Buda Ireng, Desa Adat Batuyang, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati. Kegiatan ini pun diikuti antusias oleh puluhan warga dari desa setempat.

Dekan Fakultas Kesehatan UNHI, dr Ida Bagus Wiryanatha M.Si menjelaskan kegiatan ini untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi, dalam pengabdian ke masyarakat sebagai bentuk bakti sosial. Kegiatan ini juga sebagai implementasi dari ilmu yang dipelajari di kampus. "Kegiatan ini juga sehubungan dengan adanya permohonan dari masyafakat dalam hal ini yayasan sanggar celekontong mas, agar bisa UNHI praktek disini, " katanya.

Atas permintaan itu, UNHI dari fakultas kesehatan Prodi Ayur Veda yang banyak berkecimpung dalam pengobatan tradisional, datang untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat. " Jadi kita kesini menunjukan ke tradisionalan kita, Yang praktek disini langsung dari mahasiswa dengan para dosen sebgai pembimbing, " katanya.

Dijelaskan metode pengobatan tradisional,  dilakukan dengan mewawancarai pasien terlebih dahulu. Menanyakan keluhan yang diderita. "Ini seperti anamnesa atau Kresna Pariksa, kuncinya adalah tanya jawab, tentang keluhan yang sedang dirasakan pasien. Sama seperti di rumah sakit pasti ditanya dulu sakitnya apa, " jelasnya.

Usai proses tersebut, dilakukan pemeriksaan keluhan pasien, yakni melalui pengecekan secara tradisional, dengan melihat, mata, lidah hingga rambut.

"Intinya pengobatan tradisional itu kebanyakan promotif dan preventif. Promotif artinya memberi semangat masyarakat menjaga kesehatan, supaya tidak sakit. Preventif melindungi masyarakat yang awalnya kena penyakit, " ungkapnya.

Di Fakultas Kesehatan UNHI terdapat kurikulum mengenai pembelajaran membuat obat dari bahan alam. Mahasiswa diajarkan membuat berbagai obat berbahan tradisional. Bahkan ramuan yang dibawa ke pengobatan gratis minggu kemarin merupakan racikan karya mahasiswa dan dosen.

"Kita kesini tidak bawa obat capsul, kita tidak bawa infus, yang kita bawa ke tradisionalan kita seperti loloh. Ada loloh yang baru kemarin dibuat, tadi dihangatkan dan sekarang siap diminum, " katanya.

Dijabarkan ada beberapa loloh membari kasiat menambah tenaga, atau untuk masuk angin. Ada pula loloh dari berbagau sumber tumbuhan. "Misalnya loloh daun kayu manis, dengan beberapa campuran, dari sekian banyak kasiat ada yang menurunkan tensi, nanti nama loloh nya loloh tensi. Selain itu ada loloh campuran dengan bahan alang alang hingga pegagan, " ungkapnya.

Selain loloh, pihaknya juga membawa racikan lain, seperti serbuk jahe Yangs udah siap dikonsumsi, atau serbuk kunyit. "Disini ada jahe merah yang diolah, sehingga menjadi serbuk, nanti satu sendok dengn sekian kandungan tinggal ambil sedikit lalu diseduh untuk minum, jadi lebih tahan lama, " katanya.

Pihaknya berharap melalui kegiatan ini pengobatan tradisional dapat terus dilestarikan. Selain itu pengobatan tradisional bisa mendapat dukungan pemerintah daerah atau ke departemen terkait. "Supaya apa yan dipelajari dapat legalitas formal yang kuat, " katanya.

Pihaknya berharap agar kedepannya bisa tampil pengobatan tradisional yang legal. "Misal sekarang banyak pengobatan tradisional yang muncul di media, itu bisa dipertanyakan lembaga mana yang melahirkan, " tandasnya. HM