background

BERITA

Lestarikan Warisan leluhur, Unhi Adakan Seminar Pengliakan


Image DI Tengah kehidupan masyarakat Bali, pengliakan selalu diidentikkan dengan ilmu hitam yang di dalamnya mengandung unsur negatif. Padahal, ilmu liak merupakan salah satu ilmu bathin warisan leluhur yang harus dipahami sebagai ilmu yang positif. Untuk meluruskan stigma negatif yang berkembang di kehidupan masyarakat Bali, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar akan segera mengembangkan Program studi (Prodi) Ilmu Pengliakan. Guna untuk mengkaji hal-hal yang sudah berakar lama ini ke permukaan, Unhi Denpasar mengundang sejumlah pakar/ahli untuk membahasnya dalam seminar nasional "Pengliakan dalam Kajian Filsafat, Agama dan Ilmu pada Masyarakat Bali", Selasa (3/12). Seminar ini dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA.,M.Phil.,Ph.D., yang dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali-Nusra, Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa. Seminar Nasional ini mengundang sejumlah pakar-ahli ilmu pengliakan. Seperti, Prof. Dr. Volker Gottowik dari Universitas Frankfurt Jerman, dan I Gusti Ayu Diah Fridari, M.Psi.,Ph.D. dari Universitas Udayana sebagai narasumber kunci. Selain itu, juga menghadirkan narasumber utama, yaitu Dr. Komang Indrawan, S.Sn.,M.Fhil.,MA., I Gusti Ngurah Artha, dan Ahmad Riyanto. Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., mengatakan ilmu pengliakan sangat mungkin dikembangkan untuk dipelajari sebagai ilmu pengetahuan warisan leluhur yang unik, apalagi belum ada perguruan tinggi yang mengembangkannya. Dengan dikembangkannya Prodi langka ini, masyarakat Bali berkesempatan untuk melestarikan ilmu pengetahuan warisan leluhur, sekaligus memberikan apresiasi kepada para pelestari atau oenekun ilmu pengetahuan warisan leluhur ini. "Kita terlalu terlena belajar ilmu pengetahuan yang diajarkan di negara maju, padahal masih banyak ilmu pengetahuan warisan leluhur yang perlu kita pelajari dan kembangkan yang akan menjadi ciri khas perguruan tinggi kita menuju universitas kelas dunia dengan keunikan identitas kita,"ujar Prof. Damriyasa, Selasa kemarin. Menanggapi hal tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali-Nusra, Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa mengapresiasi danberharap Unhi Denpasar agar tidak menunggu lama untuk mengajukan pengembangan Prodi Ilmu Pengliakan. Pihaknya akan segera memberikan rekomendasi, sehingga tahun ajaran baru Prodi Ilmu Pengliakan sudah bisa menerima mahasiswa baru. Menurut Prof. Dasi Astawa, Prodi Ilmu Pengliakan akan sangat banyak diminati oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat Bali, namun juga masyarakat luar negeri untuk belajar tentang ilmu oengetahuan tentang Liak. Hal senada juga diungkap Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Ketut Widnya. Karena Prodi Ilmu Pengliakan ini akan dikembangkan di bawah Kementerian Agama, pihaknya menyarankan agar Unhi Denpasar segera mengajukan usulan pengembangan Prodi tersebut. Bahkan, pihaknya akan langsung memberikan izin rekomendasi pembukaan Prodi baru ini. Sebab, Prodi ini akan membantah stigma negatif tentang ilmu pengliakan yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat Bali, nasional dan internasional. Salah satu narasumber, I Gusti Ngurah Artha menjelaskan dasar ilmu pengliakan adalah aksara. Oleh karena itu, ilmu pengliakan tidaklah negatif seperti yang berkembang di tengah masyarakat. Melainkan sebuah ilmu pengetahuan warisan leluhur yang patut dikembangkan dan dilestarikan, sehingga masyarakat Bali bisa paham dan mengerti tentang lingganing aksara Bali. HM