background

BERITA

Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi Denpasar Terakreditasi A


Image

Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan Unhi Denpasar Terakreditasi A

 

SELURUH civitas akademika Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kini tengah berbahagia. Pasalnya, salah satu Program Studi Magister (Prodi S-2) yang dikembangkan, yaitu Prodi S-2 Ilmu Agama dan Kebudayaan berhasil meraih nilai akreditasi A (Unggul). Nilai akreditasi A dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 3927/SK/BAN-PT/Akred/M/X/2019 tertanggal 16 Oktober 2019.

Kaprodi S-2 Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Unhi Denpasar, Dr. Ida Bagus Dharmika, MA., mengatakan Prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan merupakan Prodi Magister tertua yang ada di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Berdiri sejak 2002 di bawah Dikti, tiga kali beruntun prodi ini terakreditasi B. Namun, dengan berbagai perjuangan, baik dari segi peningkatakan kualitan maupun kuantitas kelembagaan, akhirnya Prodi yang telah mencetak sebanyak 1.206 orang alumni ini terakreditasi A.

"Saat ini kita didukung SDM yang bagus, yaitu 3 orang guru besar, 7 dosen bergelar Doktor, dan sejumlah dosen Letkor Kepala. Dari segi penelitian, masing-masing dosen wajib menulis 1 buah buku hasil penelitian, bahkan 1 dosen menulis 2 hasil penelitiannya setiap tahun,"ujar Dharmika, Senin (21/10).

Selain itu, dikatakan bahwa prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan telah menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik. Tidak hanya dari sistem pendidikan, penelitian, namun juga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bahkan, beberapa mahasiswa dan dosen memperoleh penghargaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. "Dengan terakreditasi A ini kita berkesempatan untuk membuka program-program baru ke luar daerah dengan proses pembelajaran berbasis e-learning,"tandasnya.

Direktur Program Pascasarjana Unhi Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.S., didampingi Wakil Ketua Direktur,  Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., mengatakan perolehan akreditasi A Prodi S-2 Ilmu Agama dan Kebudayaan memberikan bukti kepada masyarakat bahwa kualitas dan mutu pendidikan yang dilaksanakan Prodi S-2 Ilmu Agama dan Kebudayaan telah berjalan dengan baik dan tidak diragukan lagi. Apalagi, ke depan akan dikembangkan sistem pendidikan berbasis digital dengan branded e-learning. Sehingga akan dibuka kerjasama lebih luas lagi dengan berbagai perguruan tinggi luar daerah. Terutama menghimpun mahasiswa yang ingin mendalami tentang ilmu agama dan kebudayaan.

"Dengan akreditasi A akan memberikan peluang bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan Doktor dimanapun mereka inginkan. Jadi, kita akan terus memacu sistem pendidikan kita sesuai dengan perkembangan jaman dan terus mengupdate kurikulum sesuai ketentuan nasional dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar kerja,"ujar Prof. Suka Yasa.

Selain itu, ke depan pihaknya juga akan terus menjalin kerjasama dengan instansi-instansi yang relevan, terutama dalam aspek penelitian yang hasilnya dapat diupload di jurnal terindeks nasional dan internasional. Sebab, output dari sebuah perguruan tinggi adalah menghasilkan ikmu yang sesuai dengan basis perguruan tinggi bersangkutan. "Kata kunci dari perguruan tinggi itu output ilmunya, dan basis ilmu kita di Unhi adalah agama dan kebudayaan Hindu Indonesia. Sehingga, hasil penelitian yang kita lakukan tetap berbasis agama dan kebudayaan Hindu,"pungkasnya. HM