background

BERITA

Puncak Dies Natalis, UNHI Beri Penghargaan Kepada Gede Sura dan Made Taro


Image

PUNCAK peringatan Dies Natalis ke-56 Universitas Hindu Indonesia (Unhi)  Denpasar digelar pada Rabu (3/10) kemarin. Dies Natalis tahun ini mengusung tema "Bersama Unhi melestarikan Budaya Melalui Pelindungan Kekayaan Intelektual” dan diisi memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam pelestarian pengetahuan tradisional Bali. Selain itu di-launching Tari Padmaning Puja.

Penghargaan diberikan kepada  Made Taro merupakan tokoh yang tidak mengenal lelah melestarikan dan meneruskan kepada anak-anak untuk tetap melestarikan permainan tradisional, cerita tradisional serta lagu-lagu tradisional Bali. Selan itu penghargaan juga diberikan kepada Drs. I Gede Sura, M.Si. merupakab tokoh dalam pendidikan Agama Hindu. Beberapa  buku monumental di bidang Agama Hindu telah diterbitkannya,  termasuk  menyusun Kamus Bahasa Bali.

"Kita wajib memanjatkan puji syukur karena diberikan kesehatan, kekuatan dan keselamatan sehingga dapat menghadiri Sidang Senat Universitas Hindu Indonesia dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 di Aula Asoka. Peringatan dilaksanakan secara sederhana, namun dengan semangat yang tinggi dalam mencapai visi Universitas Hindu Indonesia yaitu menjadi universitas Unggulan di Indonesia," ujar Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S.

Tema yang diusung tahun ini memberi arti bahwa Unhi sebagai universitas berbasis agama dan budaya Hindu di Bali mempunyai kewajiban moral untuk melestarikan budaya Pulau Dewata  yang dibangun dari karya-karya intelektual nenek moyang kita. Banyak kekayaan intelektual seperti pengetahuan dan teknologi tradisional Bali yang perlu dilestarikan, dilindungi dan dikembangkan.

"Untuk mewujudkan visi serta melaksanakan misi Unhi, maka dalam rencana strategis lima tahun ke depan  ditetapkan empat arah kebijakan, yaitu meningkatkan kualitas dan reputasi, meningkatkan relevansi dan daya saing, meningkatkan akses pendidikan dan meningkatkan tata kelola," ujarnya.

Berbagai program dan capaian, menurut Prof.  Damriyasa, telah menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan reputasi Unhi saat ini. Kualitas dan reputasi perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kuantitas dan kualitas luaran tridharma perguruan tinggi. Reputasi Unhi di bidang penelitian telah ditunjukkan dengan terbentuknya media publikasi hasil hasil penelitian baik Jurnal Ilmiah Internasional maupun Nasional yang diterbitkan secara online maupun cetak. Jumlah publikasi ilmiah pada Jurnal Internasional yang beriputasi di tahun 2019 sebanyak 5 artikel, terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018. Reputasi Unhi ke arah entrepreneur universitas telah ditunjukkan dengan pesatnya kamajuan Inkubator Bisnis (Inbis). Tahun 2019 Inbis  Unhi berhasil membina 3 tenant untuk mendapatkan pendanaan pengusaha pemula berbasis teknologi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta dipercaya sebagai pembina startup tingkat nasional.

"Upaya Unhi untuk meningkatkan relevansi dan daya saing, tahun ajaran baru 2019/2020 dibuka dua program studi baru yang relevan dengan kebutuhan saat ini yaitu Program Studi Hukum Adat dan Program Studi Sistem Informasi," ucap Damriyasa.

Program Studi Hukum Adat, kata dia, sangat relevan dengan program pembangunan Provinsi Bali dalam pengutan Desa Adat. Sedangkan Program Studi Sistem Informasi selain dibutuhkan oleh pasar juga dapat memperkuat pengembangan kearifan lokal Bali berbasis teknologi informasi.

Damriyasa juga menjelaskan jumlah mahasiswa keseluruhan sampai tahun akademik 2019/2020 semester ganjil sebanyak 6.316 orang.  Rinciannya jenjang sarjana (S1) = 5.643 orang, program pascasarjana (S2) = 541 orang dan S3 = 132 orang. Jumlah mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 sebanyak 822 orang yang meliputi jenjang jenjang sarjana sebanyak 786 orang, dan program pascasarjana 36 orang.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membangun suasana akademik yang lebih baik, berbagai program telah dilaksanakan. Program-program tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil analisis monitoring dan evaluasi pembelajaran, diantaranya penyempurnaan dan pengembangan panduan akademik,  pelatihan/lokakarya penguatan kompetensi sumberdaya atau dosen oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPMU) untuk menyempurnakan standar akademik, melakukan evaluasi kinerja dosen dan melakukan penyempurnan kurikulum.

Banyak prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Unhi baik dalam tingkat nasional maupun internasional, diantaranya Juara Harapan 2 PKM Dikti Tahun 2019, Juara II Lomba Tari Kreasi LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2019, Juara 2 Lomba Tari Kreasi dalam Pekan Seni Mahasiswa L2DIKTI Wilayah 8 dan Juara 3/Medali Perunggu Cabang Pencak Silat POMNAS XVI 2019 di Jakarta atas nama Kadek Suastika Yasa serta Kadek Bagus Primayadi.

"Saya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada mereka yang telah berbakti dan mengabdi kepada Unhi, seluruh dosen dan tenaga kependidikan dan juga para mahasiswa yang telah berjasa dalam membangun, mengembangkan dan mengharumkan universitas tercinta ini. Terima kasih pula, kami ucapkan kepada berbagai pihak yang telah mendukung dan melakukan berbagai kerja sama dengan Unhi," tandasnya. HM