background

BERITA

Sekaa Gong Kebyar Unhi Pukau Penonton PKB


Image

PENAMPILAN Sekaa Gong Kebyar Maha Widya Kerthi Merdangga, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar sukses memukau penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI, Sabtu (6/7) malam. Duta Provinsi Bali ini tampil dalam parade gong kebyar dewasa bersama Sanggar Seni Tari dan Tabuh Bayu Teja Budaya, Duta Kabupaten Buleleng di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya.
“Ini merupakan sebuah penghargaan yang sangat luar biasa kepada Universitas Hindu Indonesia karena diberikan kepercayaan untuk menampilkan sekaa gong Maha Widya Kerthi Merdangga,” ujar Wakil Rektor III Unhi Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Muka, ST.,MT.
Sekaa Gong Unhi Denpasar menampilkan empat garapan, yakni tabuh kreasi, tari kekebyaran, sandyagitha, dan solahrawit dengan melibatkan 45 penabuh dan 47 penari. Tema PKB XLI “Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin)” utamanya tercermin dalam tabuh kreasi “Bayu Pratista”. Menurut Muka, alunan melodi musiknya mengandung makna gairah kehidupan, yang dalam ajaran agama disebut ‘atman’.
“Atman menjiwai seluruh alam semesta, dan utamanya adalah kita sebagai manusia. Angin itu menjadi sebuah barometer bagi kehidupan kita sebagai manusia dan alam yang kita tempati,” terangnya.
Muka menyadari, gong kebyar merupakan primadona di kalangan masyarakat dan pecinta seni di ajang PKB setiap tahunnya. Itu sebabnya, persiapan dilakukan secara matang selama hampir satu tahun. Hal yang paling membanggakan, seluruh pembina, penari dan penabuh 100 persen merupakan mahasiswa, pegawai, dan dosen Unhi Denpasar. Unhi bisa jadi satu-satunya perguruan tinggi yang mampu menampilkan hal tersebut.
“Kita mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi satu komunitas atau sekaa sebunan. Tantangannya luar biasa, karena mengumpulkan mereka menjadi satu tim itu tidak mudah. Tetapi, masalah itu sudah bisa kita selesaikan,” jelasnya.
Muka menambahkan, Unhi Denpasar mendukung visi daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Dukungan itu diejawantahkan dalam bentuk pelestarian seni dan budaya yang telah diaplikasikan secara nyata. Kedepannya, Unhi Denpasar diharapkan dapat senantiasa menampilkan pagelaran-pagelaran seni sesuai dengan pakem.
Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., mengatakan, Unhi Denpasar pertama kali dilibatkan mewakili provinsi Bali dalam parade gong kebyar. Kepercayaan yang diberikan ini dihargai dan disikapi dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, tim yang terlibat dalam gong kebyar secara totalitas mempersiapkan pentas ini siang dan malam.
“Disini sebenarnya tidak hanya untuk apa yang ditampilkan pada hari ini. Tetapi sebelumnya juga bagaimana kita mempersiapkan ini. Jadi, secara akademis memang bagaimana menggali kembali seni-seni yang kita miliki di Bali,” ujarnya.
Menurut Damriyasa, universitas tidak hanya dituntut untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Tapi juga melakukan transfer teknologi dan seni. Terlebih bagi Unhi yang merupakan kombinasi antara sains, teknologi, seni, dan budaya. Keterlibatan dalam PKB XLI, merupakan wujud partisipasi Unhi dalam upaya melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali.
“Karena Unhi juga memiliki prodi pendidikan seni, terutama seni-seni yang ada kaitannya dengan agama Hindu,” imbuhnya. Seni, lanjut Damriyasa, adalah kekayaan intelektual warisan leluhur di Bali. Untuk menghargainya, memang perlu ada upaya perlindungan, pelestarian, dan dikaji secara akademis. Dengan harapan kedepannya, terutama di era revolusi industri 4.0 ini tidak merusak tatanan kehidupan seni dan budaya.
“Tapi harus memperkuat. Itu sebenarnya peran daripada universitas. Jadi, universitas-lah yang menjaga nanti dengan pengaruh kemajuan teknologi apapun, tidak akan mempengaruhi seni, adat, dan budaya,” pungkasnya. HM