background

BERITA

UNHI Uji Teh Herbal Memperkuat Imunitas Tubuh


Image

INKUBATOR Bisnis Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menguji produk hasil penelitian dosen Fakultas Ayur Weda, UNHI. Produk tersebut adalah teh herbal Papain Immunomodulator yang berkhasiat untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Rektor UNHI Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS. Senin (23/3) mengatakan, Inkubator Bisnis UNHI membina beberapa start up dari berbagai bidang. Mengingat keunggulan UNHI adalah obat tradisional, maka dalam situasi saat ini ia berfokus pada start up yang mengembangkan obat herbal yang berbasis kesehatan  tradisional dari Usadha yang dimiliki.

Saat ini ia tengah melakukan pengujian terhadap kandungan bahan – bahan yang digunakan. Tujuannya untuk mengetahui dan menakar komposisi kandungan dari bahan – bahan tersebut. Setelah proses itu, baru kemudian dilanjutkan dengan proses administrasi baik ijin produksi, ijin edar dan lain sebagainya.

Dengan situasi wabah Covid 19 saat ini, banyak masyarakat yang meramu sendiri tanpa mengetahui kandungan bahan tersebut. Untuk itu ia menekankan bahwa dalam meramu bahan – bahan herbal harus diperhatikan terkait takarannya.

Peneliti sekaligus dosen UNHI I Nyoman Sridana, S.Kes.,H.,M.Si.memaparkan, teh herbal ini dibuat karena ia melihat banyaknya tanaman obat yang sudah digunakan oleh leluhur. Sementara Fakultas Ayur Weda UNHI juga mempelajari tentang obat tradisional yang bersumber dari lontar dan sastra Hindu yang ada.

Atas rekomendasi guru besar UNHI, ia disarankan untuk meneliti ramuan yang termuat di Geguritan Sugita. Setelah dipelajari, ia menemukan tanaman obat yang sangat bagus untuk meningkatkan kecerdasan yaitu piduh, meniran, kejagutan dan ranti. Berawal dari situ, ia mempelajari tentang kandungan dari bahan – bahan tersebut. Setelah dipelajari kandungannya lebih untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Produk taru pramana ini terbuat dari daun papaya, daun meniran, daun piduh atau pegagan dan gula tebu murni. Ramuan jamu kering daun papaya dengan kandungan zat antioksidan , vitamin C, flavonoid, folat, vitamin A, asam panthotenic, mineral, magnesium, vitamin E, kalium, serat dan vitamin B.

Kandungan vitamin A, C, dan E dapat mendukung system kekebalan tubuh dari serangan virus, jamur dan bakteri. Kandungan enzim papain yang berfungsi untuk membantu meningkatkan hemoglobin, meningkatkan trombosit dalam darah untuk mencegah penyakit malaria dan demam berdarah.

Teh herbal ini juga membantu menjaga kesehatan paru – paru, melegakan pernafasan, anti alergi dan membantu mengatasi batuk, membantu dalam pencernaan protein, gangguan pencernaan, membuat lender usus yang secara negative mempengaruhi system pencernaan bisa dikurangi bahkan parasite – parasite usus bisa dicerna.

Ketua Inkubator Bisnis UNHI Ayu Yayati Wilyadewi, SE., Ak.,MM.mengatakan, riset yang selama ini telah dilakukan, harus diwujudkan sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya produk Papain Immunomodulator. “Jadi tugas Inkubator Bisnis ini adalah mendukung start up – start up, apalagi riset ini berasal dari kampus,” ujarnya ditemui Senin (23/3).

Produk teh herbal ini dipilih untuk dipublikasikan karena saat ini momen yang tepat untuk dapat membantu masyarakat yang tengah menghadapi virus Covid 19, demam berdarah, malaria.

Manager Marketing dan Humas Inkubator Bisnis UNHI Gusti Alit Suputra, SE.,MM. menambahkan, produk ini akan dikomersilkan dan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat,bahwa Bali memiliki kekayaan alam yang bisa digunakan sebagai obat terutama obat herbal seperti teh papain ini. Bahkan diproduksi juga oleh start up Inkubator Bisnis UNHI sendiri.HM