background

BERITA

Unhi Denpasar Berkomitmen Lestarikan Seni dan Budaya Leluhur


Image

UTSAWA Bali Sani (UBS) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar telah dilaksanakan secara rutin selama sepuluh tahun. Tahun 2019 ini, UBS X Unhi Denpasar yang mengusung tema "Bayu Pramananig Bhuwana: Angin sebagai Sumber Kehidupan Alam Semesta" dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Pemerintah Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratmi yang mewakili Gubernur Bali, Kamis (10/10). Pembukaan ditandai dengan pemukulan kulkul oleh Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., bersama Ketua PHDI Bali, perwakilan Polda Bali, perwakilan Kodam IX/Udayana dan sejumlah pihak terkait.

 

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Damriyasa mengatakan UBS merupakan salah satu kegiatan kampus Unhi Denpasar sebagai ajang pelestarian seni budaya yang merupakan warisan kekayaan intelektual para leluhur di Pulau Dewata. Unhi Denpasar sebagai lembaga pendidikan tinggi berbasis agama dan kebudayaan memiliki tanggungjawab moral untuk mencetak dan membentuk karakter generasi muda, tidak saja diberikan pemahaman terhadap science dan teknologi, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana cara melesatraikan seni, budaya dan agama.

 

Oleh karena itu, UBS menjadi salah satu aktualisasi dari proses pembelajaran yang mengkombinasikan antara ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan agama. "Kami merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk melestarikan budaya Bali. Mudah-mudahan UBS tetap bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dan bermanfaaat untuk masyarakat luas,"ujar Prof. Damriyasa, Kamis kemarin.

 

Dikatakan, bahwa kegiatan UBS tahun ini dipusatkan di kampus yang beralamat jalan Sanggalangit, Tembau, Denpasar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang pelaksanaannya disesuaikan dengan tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selain itu, keistimewaan lainnya adalah UBS X ini melibatkan komponen masyarakat di sekitar lingkungan kampus Unhi Denpasar. Diantaranya, Tari Pendet massal yang dibawakan ratusan siswa Sekolah Dasar 5 Penatih. Ada juga parade Gong Kebyar wanita dari SMA 3 Denpasar, dan juga sekaa gong wanita Banjar Tembawu Tengah, Denpasar.

 

Selain itu, ada juga lomba Bapang Barong seperti UBS tahun sebelumnya. Menariknya, lomba Bapang Barong ini akan ada 'perang bintang', yakni juara 1 di Bali akan dilombakan. Yang tak kalah menarik juga akan dipentaskan garapan baru, Dramatari Basur Ahamkara yang akan dimeriahkan oleh Bondres Celekontong Mas pada penutupan UBS minggu (13/10) mendatang yang bertepatam dengan piodalan pura kampus setempat.

 

UBS X dihelat selama lima hari. Hari pertama, Rabu (9/10) lomba penjor di internal Unhi, Kamis (10/10) Pembukaan UBS, Jumat (‪11/10) ada Lomba Lawar, Lomba Lukis, Lomba Busana Adat ke Pura, Lomba Jauk Manis dan Kendang.

 

Kemudian Sabtu (‪12/10) dimeriahkan Lomba Dharma Wacana, Bapang Barong dan Kendang dan terakhir Minggu (‪13/10) acara penutupan diakhiri dengan Dramatari Basur Ahamkara. Bahkan, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bahkan akan ikut "masolah" saat penutupan UBS nanti.

 

Ni Luh Made Wiratmi yang mewakili Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka acara tersebut berpandangan bahwa UBS Unhi Denpasar menjadi media yang strategis untuk memperkenalkan keragaman budaya Bali, sekaligus aja g untuk membangkitkan kecintaan generasi muda akan seni budaya Bali yang adiluhung. Diharapkan, UBS dapat mempererat rasa persaudaraan dan kepedulian generasi muda terhadap sesama, di tengah tantangan era globalisasi saat ini. (adv/win)

 

Ket. Foto: Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (3 dari kiri) bersama Staf Ahli Pemerintah Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratmi (tengah) dan tamu undangan lainnya memukul kulkul tanda dibukanya UBS X Unhi Denpasar. HM