background

BERITA

Unhi Denpasar Pentaskan Seni Sastra "Atma Prasangsa"


Image

Sebuah sesolahan (pementasan) seni sastra bertajuk "Atma Prasangsa" yang dipersembahkan Sanggar Widya Merdangga Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar mampu memukau para penonton di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Senin (24/2) malam. Bahkan, pementasan selama 2 jam ini disaksikan langsung oleh Ny. Putri Suastini Koster bersama Kadisbud Provinsi Bali, I Wayan "Kun" Adnyana.

Kisah drama tari inovatif garapan Ngurah Supartama ini diambil dari lontar Puja Pangastawa Sot Sang Atma. Menceritakan penggambaran penghakiman atma (roh) di neraka. Cerita bermula dari sosok Bhagawan Panyarikan yang diberikan kesempatan melihat neraka. Setelah memasukkan Sang Catur Sanak ke dalam diri, ia bersama parekannya menuju neraka.

Di neraka, Sang Jogormanik didampingi para Cikrabala yang diperankan Trio Celekontong Mas tengah melakukan tugasnya menghukum para atma berdosa. Satu per satu atma dengan masing-masing karmanya, mulai dari yang suka melakukan kekerasan, memfitnah, melihat yang tidak-tidak, hingga seorang pelacur dihukum dan dimasukkan ke Kawah Candragohmuka. Di sinilah tawa penonton berkali-kali pecah menyaksikan lawakan ketiga komedian yang sedang populer di masyarakat itu.

Di kawah super panas itu para atma menangis, memohon pertolongan. Bhagawan Panyarikan yang sampai di neraka tak kuasa melihat kondisi itu. Melalui pengetahuan yang ia miliki, para atma diruwat, hingga akhirnya dapat menikmati surga. Lakon drama inovatif ini diperankan kurang lebih 50 orang seniman muda civitas akademika Unhi Denpasar yang didukung oleh grup lawak fenomenal Bali, Celekontong Mas. Meskipun persiapn drama kolosal yang berdurasi 2 jam ini hanya 3 minggu, namun mampu disajikan begitu apik dan menghibur.

Wakil Rektor III Unhi Denpasar, Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T., bersama Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H., mengatakan judul "Atma Prasangsa" yang dilakonkan berkaitan dengan tema PKB tahun 2020, yaitu "Atma Kertih" yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bali. "Atma Prasangsa" menceritakan tentang perjalanan sang atma di dunia akhirat. Dimana, atma seseorang yang diperankan para penari dihukum sesuai dengan perbuatannya selama di dunia (karma phala). "Ini merupakan garapan yang luar biasa, karena diperankan oleh para seniman yang sudah biasa tampil,"ujarnya.

Dikatakan, bahwa garapan drama inovatif ini merupakan penggalan dari cerita utuh yang akan ditampilkan pada PKB bulan Juni 2020 mendatang. Pesan dari tema seni sastra ini, bagaimana kita harus berbuat baik dalam menjalani kehiduoan dunia. Sebab, dalam ajaran Agama Hindu kita harus percaya dengan adanya hukum karma phala. Sehingga, apa yang kita perbuat itu yang akan diterima, baik secara langsung maupun tidak langsung. "Melaui pementasan ini menunjukkan bahwa Unhi Denpasar berkomitmen dalam uoaya mendukung program pemerintah dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dan tahun ini, Atma Kerthi merupakan tema yang benar-benar menjiwai seluruh pementasan yang akan ditampilkan selama pergelaran PKB nanti. Sehingga, pada kesempatan ini kami mengusung tema tersebut sebagai awal komitmen kami,"tandasnya.

Terkait pementasan, Ny. Putri Suastini Koster, yang turut menyaksikan sendratari hingga akhir mengaku sangat senang, bahkan terhanyut melihat pentas tersebut. Menurutnya, terlepas dari sejumlah sajian yang perlu disempurnakan, kreativitas anak muda ini sudah sangat baik. "Kreativitas anak muda yang melanjutkan tradisi dulu. Dulu panglingsir kita memberi tutur lewat seni, sekarang anak muda juga sudah bisa melakoni hal yang sama,"katanya.

Dikatakan, penampilan malam itu juga menjadi bukti bahwa seni tradisi masih diminati anak muda. Ini menampik pendapat yang menyatakan anak muda yang mulai enggan bermain di jalur tradisi. "Melalui pentas ini kekawatiran kita berkurang, kalau seni tradisi sudah tidak diminati. Ini sudah dibuktikan, bahwa anak muda mau dan mampu untuk itu," pungkasnya. HM