background

BERITA

Wisuda UNHI dan Perayaan Dies Natalis ke-57 Berlangsung dengan Prokes yang Ketat


Image

Universitas Hindu Indonesia (UNHI) melaksanakan wisuda sarjana ke-57, magister ke-28 dan doktor ke-16 pada Sabtu (3/10). Sebanyak 603 orang diwisuda pada hari itu. Namun hanya beberapa lulusan yang mengikuti prosesi acara secara offline, sisanya mengikuti secara daring. Acara wisuda yang dilaksanakan dalam rangkaian Dies Natalis UNHI ke-57 ini juga dihadiri Perwakilan Gubernur Bali dan Ketua LLDikti Wilayah 8.
 
Acara berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, wajib menggunakan masker dan face shield, wisudawan dan undangan juga wajib mencuci tangan dan menggunakan hand glove. Pada saat di aula, wisudawan dan undangan juga duduk dalam kondisi berjarak.
 
Rektor UNHI Prof. Dr.drh. I Made Damriyasa, MS. melaporkan, UNHI memiliki mahasiswa sebanyak 4.207 orang yang terdiri dari 1.999 orang laki - laki dan 2.208 orang wanita. Terdiri dari 3.782 orang S1, 294 orang S2 dan 131 orang S3.
 
Sebanyak 603 orang wisudawan di wisuda pada hari itu yaitu 8 orang dari program S1 Fakuktas Ilmu Agama, Seni dan Budaya, 372 program S1 Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata, 14 orang dari program S1 Fakultas Teknologi Informasi dan Sains, 32 orang dari program S1 Fakultas Teknik, 33 orang dari progran S1 Fakultas Pendidikan, 9 orang dari program S1 Fakultas Hukum, 117 orang dari program magister, 14 orang dari program doctor.
 
Dalam pengelolaan universitas, menurutnya tata kelola yang baik (good university governance) menjadi suatu keniscayaan bagi UNHI untuk mampu bersaing di tingkat nasional, regional, maupun global dan dalam upaya mencapai visi universitas. Untuk itu UNHI terus menerus menyempurnakan dan meningkatkan mutu tata kelola universitas.
 
Perubahan universitas dunia sangat pesat, arus globalisasi serta era revolusi industri 4.0 yang dikenal dengan fenomena disruptive innovation menuntut perguruan tinggi untuk berubah. Universitas dituntut untuk melakukan perubahan program dan layanan yang lebih banyak menggunakan teknologi digital atau online. Menghadapi hal tersebut, UNHI sedang mengembangkan manajemen digital yang terintegrasi dalam layanan akademik maupun tata kelola universitas.
 
“Kami civitas akademika UNHI sadar bahwa kerjasama internal maupun eksternal merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin besar dengan semakin meningkatnya kompleksitas kehidupan sosial, ekonomi dan politik serta persaingan global,” ujarnya.
 
Untuk itu, selain memperkuat tata kelola, dikatakan UNHI secara aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional.
 
UNHI juga tetap berkomitmen membantu mewujudkan harapan pemerintah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan tinggi yang terjangkau oleh masyarakat.
 
UNHI akan merancang program pendidikan sarjana dan pascasarjana bagi para pengelola pemerintah daerah provinsi, kabupaten termasuk pemerintahan desa dalam kerangka program open extended campus, serta menerapkan pembelajaran daring. Program ini akan dirancang untuk mengkaji dan memecahkan persoalan di daerah dimana mahasiswa tersebut bekerja atau berdomisili, sehingga mahasiswa lebih banyak berada di daerahnya.
 
Ketua Yayasan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, MA. mengatakan, UNHI telah menyiapkan lulusan menghadapi berbagai tantangan termasuk masa pandemi ini. Dengan mengasah softskill, mahasiswa dididik untuk tetap kreatif dan produktif dalam menghadapi berbagai situasi. Apalagi dasar atau filosofi UNHI adalah agama yang sangat kuat, ia yakin lulusan bisa menghadapi masalah di masa pandemi. HM