background

BERITA

Kembangkan Pengobatan Tradisional Ayurweda, Unhi Denpasar Jalin Kerjasama dengan Dubes India


Image

Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menjalin sejumlah kerjasama dengan Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, H.E. Mr. Manoj Kumar Bharti di kampus setempat, Kamis (18/3). Kerjasama dalam bentuk MoU ini dilakukan untuk mengembangkan Prodi Ayurweda, Sistem IT dan kemajuan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata yang ada di Unhi Denpasar ke depannya.

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., mengatakan Unhi Denpasar telah memiliki program studi (Prodi) Ayurweda atau pengobatan tradisional. Begitu juga di India. Meskipun Ayurweda yang dikembangkan di Unhi dalam bentuk akademik (sarjana kesehatan) dan Ayuweda yang dikembangkan di India dalam bentuk profesi (kedokteran), namun perlu dilakukan kolaborasi untuk saling melengkapi tanpa harus menghilangkan kearifan lokal dan identitas masing-masing.

Selain itu, pada kesempatan ini juga dilakukan kerjasama terkait pengembangan sistem IT di Unhi Denpasar. Diharapkan melalui Duta Besar India untuk Indonesia ini Unhi Denpasar bisa mengembangkan Prodi IT ke depannya. "Apalagi beliau (H.E. Mr. Manoj Kumar Bharti,red) sudah bersedia memfasilitasi kerjasama dengan beberapa universitas yang memiliki IT yang bagus di India, dan kita tahu bahwa India sangat terkenal dengan IT-nya,"ujar Prof. Damriyasa.

Selain itu, juga dilakukan kerjasama terkait pengembangan Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (FEBP) yang ada di Unhi. Dikatakan, pembisnis-pembisnis India merupakan pembisnis unggulan di dunia. Sehingga, FEBP yang ada di Unhi akan di-link-kan dengan tokoh-tokoh pembisnis India yang ada di dunia maupun di Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan FEBP Unhi Denpasar ke depan. Sehingga, FEBP Unhi Denpasar mampu mencetak lulusan yang berkkualitas dan berdaya saing global.

Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Prof. Dr. phil. I Ketut Ardhana, MA., mengakui bahwa India telah memiliki Kedokteran Ayurweda, bahkan Kedokteran Ayurweda ini telah diakui sama dengan Kedokteran Barat Modern. Oleh karena itu, agar Kesehatan Ayurweda yang dikembangkan Unhi Denpasar menjadi Kedokteran Ayurweda, maka harus dilakukan penelitian dan kajian-kajian oleh dosen maupun peneliti bersangkutan. Tidak hanya itu, juga harus diajukan ke Parlemen untuk membuktikan bahwa Ayurweda yang dikembangkan di Bali sama dengan Ayurweda di India. Sehingga, mendapatkan porsi dari Pemerintah.

"Yang meyakinkan kita itu bukan Pemerintah India, kita sendiri yang harus meyakinkan Pemerintah kita bahwa pengobatan tradisional ini sama seperti Ayurweda. Bukan berarti Ayurweda itu mempengaruhi kita, namun kita harus menggali sendiri kearifan lokal kita, sehingga masyarakat internasional mengakui bahwa pengobatan tradisional itu sama seperti Ayurweda juga. Jadi harus mix,"tandas Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia ini.

Oleh karena itu, sangat perlu belajar dari India terkait bagaimana cara mereka mengembangkan Ayurweda. Sebab, dengan belajar dari India maka kita akan bisa mengembangkan pengobatan tradisional kita. "Yang kita persoalkan di sini adalah bagaiaman cara mereka mengembangkan Ayurweda itu, sama seperti kita, bagaimana cara kita sekarang dengan belajar dari India mengembangkan kearifan dan pengobatan tradisional kita,"tegasnya