background

BERITA

Unhi Denpasar Buka Pendaftaran Calon Rektor Masa Bakti 2022-2026


Image

Yayasan Pendidikan Widya Kerthi selaku Badan Hukum Penyelenggaran Pendidikan Tinggi Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar membuka pendaftaran pemilihan bakal calon Rektor masa bakti 2022-2026. Sebab, masa bakti kepemimpinan Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., akan berakhir 31 Desember 2021.

Sosialisasi pemilihan bakal calon Rektor masa bakti 2022-2026 pun telah dilakukan sejak 2 Agustus 2021 lalu. Tahap pendaftaran dan penerimaan kelengkapan administrasi bakal calon Rektor telah dibuka sejak 28 Agustus 2021 dan berakhir pada 18 September 2021 mendatang. Tahap penyaringan (seleksi, verifikasi administrasi dan penilaian, serta pengumumnan bakal calon Rektor terpilih) akan dilakukan pada 20-25 September 2021. Setelah itu akan dilakukan tahap konsultasi berupa fit and proper test pada 27-30 September 2021, yang dilanjutkan dengan seleksi penetapan calon Rektor pada 1 Oktober 2021.

Sementara itu, tahap pemilihan (penyampaian visi misi dan program kerja, debat, dan pemilihan calon Rektor dilakukan pada 5 Oktober. Pengumuman calon Rektor terpilih dilaksanakan pada 9 Oktober 2021. Pelantikan Rektor terpilih akan dilakukan pada 1 Januari 2022.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor yang juga Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Kolonel (Purn) Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Phil., mengajak seluruh umat Hindu untuk ikut berpartisipasi dan berkompetisi dalam pemilihan bakal calon Rektor Unhi Denpasar masa bakti 2022-2026. Karena Unhi Denpasar merupakan perguruan tinggi milik umat Hindu, maka dalam pemilihan calon Rektor akan dilakukan dengan ketentuan dan persyaratan yang ketat, namun transparan. Hal ini guna untuk mendapatkan Rektor yang terbaik, berwawasan luas, visioner, serta mampu memiliki dan membangun jejaring nasional dan internasional. Sebab, tantangan Unhi dan Hindu ke depan sangat kompleks.

Dengan demikian, Rektor Unhi harus mampu menghasilkan lulusan Unhi Denpasar yang memiliki militansi tinggi, cerdas dan cendikia (intlek), gagasan dan cita cita yang tinggi (ideologi), serta semangat juang yang tinggi sebagai pangajawantahan dari visi Unhi yang unggul sebagai pusat kajian dan pengembangan agama dan budaya Hindu Indonesia terbaik di kawasan regional maupun internasional. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat Hindu Dharma Indonesia yang jagadhita dan moksa.

"Hal ini sebenarnya telah tertuang pada tetuwek nak ingsir, penuwa jaman dahulu dalam nada gambelan Bali, yaitu nang berarti nalar atau intlegensia, ning berarti niat yang baik dan jernih, nung berarti bernurani atau pengerasa, neng berarti nekat memiliki keberanian atau de koh ngomong (jangan malas berbicara,red), dan nong berarti berani menolak sessuatu yang tidak baik dan tidak benar. Itulah kualitas keluaran Unhi yang dihapapkan," tegas Dewa Ketut Budiana, Rabu (8/9).

Tidak hanya itu, Rektor Unhi Denpasar juga harus mampu menghasilkan lulusan yang mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Tidak banyak teori, namun melakukan banyak tindakan yang tepat. Apalagi ke depan, Unhi adalah tempat bagi umat Hindu bertanya masalah budaya dan Agama Hindu. Sehingga keluaran Unhi menjadi contoh dan mampu menjawab pertanyaan itu dengan kajian akademis.

Sementara itu, terkait pembinaan ke dalam Rektor harus mampu memberikan kesejahteraan dibidang pendidikan kepada dosen dan pegawai melalui pemberian beasiswa. Memberikan jabatan yang tepat dan kesejahteraan melalui perawatan personilnya. Dalam bidang pengawasan untuk terjaminnya kinerja yang bersih, ikhlas dan tuntas perlu pengawasan yang melekat dari semua unsur pimpinan dan tetap berkoordinasi dengan pihak yayasan. Dengan kondisi ini, diyakini Unhi ke depan akan lebih baju dan jaya. "Mudah-mudahan Rektor yang akan terpilih untuk masa bakti 2022 sampai 2026 benar-benar mampu menyiapkan lulusan-lulusan Unhi yang tidak diragukan kualitasnya dalam menghadapi tantangan. Karena terus terang saja, ancaman, tantangan, gangguan, hambatan saat ini sudah berubah dalam bentuk asimetris," pungkasnya.