background

BERITA

Unhi Denpasar Sebar 666 Mahasiswa KKN Tematik di Seluruh Bali


Image

Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar akan sebar sebanyak 666 mahasiswa di seluruh wilayah di Bali melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) tahun 2021. Mengusung tema "Desa Kala Tattwa: Ausadhining Bhumi (Memuliakan Tanaman di Bhumi Sesuai Dengan Desa, Kala, Tattwa)", KKNT akan dimulai 27 Agustus hingga 30 September 2021.

Sebelum dilepas pada 26 Agustus 2021 mendatang, mahasiswa dan dosen pembimbing KKNT diberikan pembekalan secara daring, Rabu (18/8). Pembekalan diberikan oleh Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, BNPB Pusat, dan Panitia KKNT Unhi Denpasar.

Sekretaris KKNT Unhi Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag.,M.Pd.H., menjelaskan terkait tema KKNT Unhi Denpasar tahun 2021 ini. Dipaparkan, bahwa secara harfiah Aushadhi berarti tanaman. Juga diterjemahkan oshadhi, dari osha, "pembawa cahaya", mengacu pada kehidupan tanaman yang ditopang oleh cahaya melalui fotosintesis. Sedangkan, Metaforis adalah bahwa manusia juga ditopang oleh cahaya Tuhan melalui metamorfosis yang dibawa oleh tindakan prinsip-prinsip unsur Prakriti (salah satunya tumbuhan). Bahwa tumbuhan adalah bagian terpenting dari kehidupan manusia. Bahkan, pengobatan kesehatan Hindu banyak dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Sehingga, pada saat pandemi mengingatkan kita pada alam, agar kita eling dengan alam, terutama tumbuh-tumbuhan. "KKN Tematik ini bertujuan untuk mengingat kembali alam kita, eling (ingat,red) diperlukan oleh kita semua pada saat pandemi Covid-19 ini. Menjaga sad kertih adalah upaya untuk Bali bangkit kembali," ungkap Kadek Satria pada pembekalan KKNT secara daring, Rabu (18/8).

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Damriyasa, berharap mahasiswa KKNT Unhi Denpasar yang tersebar di seluruh Bali bisa memberikan kontribusi pengetahuan dan keterampilannya di tengah masyarakat, terutama bagaimana membangkitkan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Sebab, dampak pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak dari segi kesehatan dan ekonomi, namun juga berdampak secara psikologis. Bahkan, apabila dampak psikologis masyarakat tidak bisa dikelola dengan baik, efeknya lebih dahsyat dibandingkan dampak kesehatan dan ekonomi.

Terkait dengan tema KKNT, diharapkan mahasiswa Unhi Denpasar mampu mengajak masyarakat desa untuk menjaga, memelihara dan memuliakan tanaman yang menjadi sumber kehidupan yang ada di desa. Apalagi, tema yang diusung ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali", yaitu Wana Kerthi.

Prof. Damriyasa, juga berharap dalam pelaksanaan program KKNT mahasiswa tetap mengedepankn protokol kesehatan (prokes). Mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi masyarakat pentingnya menerapkan prokes di masa pandemi Covid-19. Sehingga, dalam upaya membangkitkan perekonomian masyarakat, penerapan prokes tetap menjadi prioritas dalam beraktivitas. HM