background

BERITA

Universitas Hindu Indonesia Siap Buka Fakultas Kedokteran


Image

Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar mempersiapkan diri secara maksimal untuk membuka fakultas kedokteran. Unhi punya modal yang kuat karena telah mengelola Fakultas Kesehatan Ayurweda yang berfokus pada pengembangan kesehatan tradisional.

Sejauh ini, rencana tersebut baru berupa usalan yang disampaikan langsung kepada Koordinator Staf Khusus Presiden RI, A.A. Ari Dwipayana dan Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di sela kegiatan Widya Sancaya #1 Bedah Buku “Padma Bhuwana Bali” di kampus Unhi, Jalan Sanggalangit Denpasar, Sabtu (19/3/2022).

Mewakali Rektor Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., Wakil Rektor III Unhi Dr. Drs. I Putu Sarjana, M.Si., menjelaskan, kehadiran Fakultas Kedokteran sangat dinantikan sebagai wadah mengolaborasikan antara kesehatan tradisional dengan kesehatan modern.

Oleh karena itu, civitas akademika mengusulkan agar Unhi bisa memiliki fakultas kedokteran. Sehingga, antara kesehatan tradisional dengan kesehatan modern bisa dikembangkan di Unhi Denpasar yang merupakan perguruan tinggi swasta milik umat Hindu.

“Kami civitas akademika Unhi Denpasar sangat berharap dan meminta kepada Koordinator Staf Khusus Kepresidenan RI, Bapak Ari Dwipayana agar ngicenin (memberikan, red) kami satu pengembangan fakultas lagi, yaitu Fakultas Kedokteran. Kami telah memiliki generasi-generasi muda yang potensial untuk bisa mengembangkan itu,” kata Putu Sarjana yang disambut hangat oleh Ari Dwipayana dan Cok Ace.

Dengan dibukanya Fakultas Kedokteran, Sarjana mengatakan apa yang menjadi harapan umat Hindu akan terjawab di Unhi Denpasar. Dimana, keilmuan terkait dengan kolaborasi antara kesehatan tradisional dengan kesehatan modern bisa didapatkan di Unhi Denpasar.

 “Untuk menyandingkan kemampuan kesehatan tradisonal itu, kami civitas akademika sangat berharap memiliki Fakultas Kedokteran, dengan harapan apa yang kami miliki sebagai modal kekuatan yaitu lokal genius dalam bidang obat-obatan secara tradisional bisa diadopsi dan dikaji secara modern oleh Fakultas Kedokteran, sehingga bisa dikolaborasi antara medis dan non-medis,” ujarnya. 

Dengan demikian, lanjut Sarjana, obat-obatan tradisional yang diadopsi tersebut akan menjadi produk obat-obatan dunia modern yang bisa memberikan jawaban kepada manusia Bali dan manusia seluruhnya di bumi ini bahwa ada sebuah penemuan-penemuan yang sangat spesifikasi yang dimiliki oleh Unhi terkait dengan obat tradisional. Meskipun tradisional, namun sudah menjadi produk-produk internasional yang bisa dijadikan sebagai akomodasi bagi dunia kesehatan modern. HM